Kartu Identitas Bantu Anak agar Mandiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Program Kartu Identitas Anak (KIA) yang diluncurkan Kementerian Dalam Negeri salah satunya bertujuan untuk mendidik anak agar lebih mandiri. KIA nantinya dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak. "KIA ini bagian dari upaya agar anak-anak mendapat hak sebagai warga negara berdasarkan konstitusi," ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh saat dikonfirmasi, Kamis (11/2/2016). KIA akan dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama bagi anak yang berusia 0 sampai 5 tahun. Sementara, jenis yang kedua untuk anak yang berusia 5 sampai 17 tahun. (baca: Mulai Tahun Ini, Balita dan Anak Wajib Punya Kartu Identitas)

Menurut Zudan, kemandirian akan mulai diajarkan pada anak saat memasuki usia sekolah. KIA dapat digunakan saat anak membutuhkan akses publik, seperti akses kesehatan. "Misalnya saat ke puskesmas, anak nantinya tidak perlu lagi mengandalkan orangtua untuk mendaftar sebagai pasien, cukup dengan menunjukkan KIA," kata Zudan. Selain itu, KIA dapat digunakan oleh anak saat mengurus keperluan data penduduk yang berhuhungan dengan Keimigrasian, terkait pendidikan atau saat ingin membuka rekening di bank. (Baca: Ini Cara Membuat Kartu Identitas Anak)

Mulai 2016, seluruh anak wajib memiliki KTP dalam bentuk Kartu Identitas Anak (KIA). Ketentuan ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak.

Penulis : Abba Gabrillin
Editor : Sandro Gatra